Tuesday, November 04, 2008, posted by TanpaMakna at 10:19 PM
Hidup ini sangat singkat, tetapi kenangan tetap abadi

Akhirnya, setelah sekian lama tak mengisi blog ini, aku kembali tergoda menorehkan coretan-coretan tentang kisah hidupku yang sungguh tak penting ini. Begitu banyak peristiwa, begitu banyak moment berlalu yang sebenarnya ingin kubagi dengan kalian yang telah menyempatkan singgah disini. Seperti keputusanku untuk menikah, keputusanku menjadi wartawan lagi, dan sejumlah cerita lain yang begitu bernafsu kutumpahkan lewat tulisan, namun tak diiringi semangat membuat catatan yang seakan meluap begitu saja dari diriku. Untunglah, entah godaan syaitan dari mana, akhirnya mampu juga kuberanikan diri untuk mengisi blog ini kembali.

Mungkin ada hubungannya dengan rasa rindu akan masa lalu saat membaca tulisan-tulisan lamaku di blog ini. Sungguh kawan, cuma membaca jurnal-jurnal itu, bahkan hal yang isinya remeh-temeh sekalipun selalu menimbulkan satu rasa yang lain di hatiku. Seolah aku tertarik kembali ke masa lalu dan merasakan kembali semangat dan perasaan yang kualami ketika menuliskan catatan-catatan itu. Haru biru akibat patah hati ditinggal kekasih, perasaan hampa berada karena berada dalam lingkaran rutinitas, suasana sepi yang mendalam, hingga cukup membuatku merenung dalam diam yang panjang, akan sedih yang dulu begitu berat dan seolah tak mungkin terlepas dariku. Tulisan-tulisan tersebut pun mengingatkanku akan impian-impianku, harapan-harapanku, serta optimismeku ketika itu, yang kini kian mengabur dariku. Juga membuatku tertawa, lewat satu dua catatan rangkaian peristiwa lucu yang sempat kurekam disini. Serta lewat blog ini, kudapat berkenalan dan berbagi pemikiran dengan berbagai orang, dari tempat-tempat yang jauh sekalipun.

Karena itu, kuputuskan untuk kembali mengisi blog ini. Agar suatu hari, ketika usia makin menjajah tubuhku, memori-memori menyenangkan ini tidaklah sirna. Termasuk kenangan bersamamu, Sayangku. Biarlah kau tetap hidup dalam hatiku, karena dunia ini mungkin tak membiarkan kita jadi satu. :-)

Labels: , ,

 
Friday, July 06, 2007, posted by TanpaMakna at 7:39 AM
Namanya Ratih. Mahasiswi semester enam sebuah perguruan tinggi swasta. Berzodiak Virgo. Manis, putih,tinggi, sopan, anggun, sedikit pemalu, alim, pokoknya semua kata-kata pujian yang biasa terucap saat melihat keindahan, pantaslah disematkan padanya.Every man dreams , sepertinya termasuk aku. Sayang, hatinya telah menjadi milik seseorang:-(

Pertemuan pertamaku dengannya,ketika acara dirumah seorang teman.Kesan awal, kecantikannya masih mendominasi penilaianku. Sangkaku, dia tak jauh beda dengan wanita-wanita ayu lainnya yang pernah kutemui,yang ternyata dikemudian hari penilaianku tentangnya sangat-sangat salah. Meski hari itu aku berhasil mengantarnya pulang, namun aku mesti sedikit menahan langkah. Sebabnya, temanku itu ternyata adalah sepupu dari lelaki yang dipilih Ratih untuk mengisi hatinya.

Pertemuan kedua, disuatu sabtu sore yang cerah di kantorku, PT K-Link. Teman mengundangnya datang untuk menghadiri BOP (Businnes Oppurtunity Presentation), presentasi Kesehatan dan Peluang Bisnis. Dari cerita kawan yang mengajaknya, hampir semua lelaki yang ada dikantor hari itu nyaris tak berkedip memandangnya (sungguh, ini bukan majas Hiperbola).

Tapi, keindahan hari itu menjadi rusak akibat peristiwa itu. Ketika presentasi memasuki sesi terakhir, Ratih yang duduk manis didepan,kulihat menutupi hidungnya. Temanku yang berada disampingnya pun panik dan buru-buru menariknya keluar ruangan. Informasi singkatnya padaku,"Ratih mimisan lagi".

Yang membuat temanku dan aku cemas, ini ternyata bukan kejadian pertama buat Ratih. Beberapa hari lalu, Ratih memang kudengar sakit lagi, tapi waktu itu kukira hanya sakit biasa. Baru dari temanku aku tahu, sakitnya telah menahun, dan bukan penyakit biasa.Dari diagnosa dokter berdasar gejalanya, sakit kepala yang tak tertahankan yang sudah berlangsung lama, biasa pingsan, nafsu makan yang menurun, dan sebulan belakangan ini, mengeluarkan darah dari hidung, Ratih diduga menderita Leukimia (kanker darah). Diagnosa itu diperkuat pengakuannya sendiri, "Saya sudah kedokter kakak,tapi dokter tidak mau menjelaskan sakitku apa". Untuk pasien yang menderita sakit parah,dokter memang biasanya enggan memberitahu.

Leukimia, Penyakit yang sama yang pernah merenggut nyawa sepupu sekaligus sahabatku, di usianya yang teramat muda. Dan kali ini, penyakit yang bagi sebagian orang adalah penyakit tak tersembuhkan itu, menimpa seseorang yang diam-diam menjalar rasa sukaku padanya. Tidak,tak boleh kejadian beberapa tahun lalu itu terulang, saat kuhanya bisa prihatin dan menyaksikan sepupuku tersiksa dan dan kesakitan hingga ujung usianya.Kali ini,kupunya pengetahuan tentang penyakit dan pengobatannya. Tak boleh ilmu yang sedikit ini tak kumanfaatkan buat orang lain.

Hari itu,tekadku membaja. Ratih harus sembuh, bagaimanapun caranya. Segera,begitu selesai membasuh kepalanya untuk mendinginkannya dan menghentikan pendarahannya, kuambil UIE Liquid Chlorophyll dan UIE Liquid Spirulina, dan kuminumkan padanya. Menurut salah seorang mitra K-Link,yang lain yang menyaksikan kejadian itu, istrinya menderita sakit yang sama. "Istri saya tak bisa capek dan stress. Pasti darah keluar dari hidungnya. Sekarang sudah mendingan, sejak minum UIE Liquid Chlorophyll, Gamat Emulsion, dan K-Sauda VCO".

Setelah agak baikan, kembali kuantar Ratih pulang. Yang membuatku terharu, canda dan derai tawanya masih terdengar, seolah tak ada masalah yang terjadi pada dirinya. "Wah, belum shalat maghribka", hanya itu yang seolah merisaukannya. Sungguh, perasaan ini terasa bercampur aduk hari itu. Kasihan, Sayang, dan mungkin Cinta? Entahlah. Yang kutahu saat ini, dia memang pantas untuk diperjuangkan...


Labels: , , , , ,

 
Tuesday, June 05, 2007, posted by TanpaMakna at 12:11 AM


Yesss...akhirnya tamat juga. Setelah menghabiskan satu malam + satu hari melahap halaman demi halaman Harry Potter edisi 6 : Harry Potter and The Half-Blood Prince, aku berhasil menuntaskan penasaranku terhadap ending novel ini (ketinggalan bener ya). Buku karangan J. K Rowling ini memang ibarat candu, yang membuat mata tak bisa lepas membacanya sebelum sampai di halaman terakhir. Padahal, novel ini tebalnya 800 halaman lebih pemirsa, gimana kepala nda' Puyeeengg !!!(andai kerajinanku membaca Novel sama ya dengan tadarrus Al-Qur'an, yang jelas jauh-jauh-jauh lebih berguna)...

Sebenarnya, ingin kutulis disini sedikit tentang novel tersebut, tapi tak ingin kurusak kesenangan kalian yang belum membacanya atau baru sampai dihalaman tengah (^_^)
. Sedikit bocoran aja, ada lagi tokoh penting yang mati diakhir cerita, pengkhianatan, dan rahasia Lord-Voldermort yang sedikit demi sedikit terungkap. Penasaran, baca aja sendiri....

Labels:

 
Monday, June 04, 2007, posted by TanpaMakna at 11:41 PM
Dari sebuah artikel yang pernah kubaca di sebuah surat kabar terbitan ibu kota, katanya waktu bisa meluruhkan kenangan dan menghapus jejak memori. Dan,seiring berlalunya hari, sebuah luka akan tertutupi, sering tak sempurna, namun cukup untuk bisa diterima. Malah, ketika tiba masanya, mungkin kita akan tertawa ketika mengingat kembali kesedihan dan kebodohan yang timbul kala peristiwa yang menimbulkan sesak didada itu terjadi.

Aku hampir percaya, nyaris kawan, terhadap teori itu. Harapan untuk kembali bersama seseorang, yang membuatku merasa kehilangan arah saat berpisah darinya, telah hampir dengan baik kulenyapkan dari sel-sel otakku. Tujuanku telah kumodifikasi, targetku telah kudesain ulang, dan mimpiku telah kuganti saluran seiring berjalannya bulan demi bulan. Tak ada lagi asa bersatu dengan Dia dalam keseharianku.Aku adalah manusia baru beberapa bulan belakangan ini. Dan itu membuatku, meski terasa hampa, sedikit lebih baik, bergairah, dan optimis menyambut masa depan.

Namun, entah kenapa, malam itu kembali kubermimpi tentangmu. Sebuah bunga tidur yang menyenangkan, bahkan hampir terasa hangat tanganmu dalam genggamanku kala itu. Membuatku enggan bangun dari tidur, dan berharap kehidupanku yang nyata ini adalah mimpi, dan mimpiku bersama engkau adalah kehidupan yang nyata. Tak jelas, mimpi itu hanya refleksi alam bawah sadar belaka, atau petunjuk yang menyadarkanku, kalau aku tak boleh berhenti berjuang. Entahlah. Tapi, semenjak mimpi itu, aku seperti terpuruk kembali seperti beberapa bulan yang lalu. Menghabiskan waktu berkhayal bisa menikmati sisa hidup denganmu. Dan, membiarkan pekerjaan kembali terbengkalai.

Dan, barangkali, karena aku terlalu terbuai angan, kulihat setitik harapan itu muncul. Meski sikap tak jelasmu belum berubah, aku haqqul yakien (bisa jadi juga diakibatkan buku yang baru saja kubaca, Mukjizat Berfikir Positif, yang intisarinya kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan jika kita berfikir kita bisa) dia memang takdirku. Pandangan matamu Sayang, semoga kutak salah mengartikan. Semoga...

Labels: ,