Saturday, May 26, 2007, posted by TanpaMakna at 1:30 AM
"Sekali-kali dalam hidup, aku akan
menyelesaikan apa yang telah aku mulai."

Ini tekadku tahun ini. Menuntaskan apa yang telah kucoba kurintis. Sekali saja, cukup sekali saja, ingin kucicipi nikmatnya menyentuh garis akhir perjalanan. Ingin pula kurasakan, air mata kebahagiaan yang mengalir hangat dari pelupuk mata setelah tugas berakhir, senyum puas yang mengembang kala pekerjaan rampung. Dan, kali ini, kuyakin, KUPASTI BISA !!! Dengan dukungan kalian tentunya...

Labels:

 
, posted by TanpaMakna at 12:51 AM
"Seseorang berubah menjadi malaikat ketika ingin meminjam,
dan menjelma bentuk sebagai iblis saat hendak ditagih" (By : Ayya)

Melihat karib sukses, siapalah yang tak bahagia? Demikian pula denganku. Salah seorang temanku tengah berada di puncak kegemilangan. Kariernya meningkat, ekonominya pun membaik. Ditandai dengan bertambahnya jumlah barang dirumahnya (dua handphone baru dengan digit harga di atas satu juta rupiah masing-masing), rencananya untuk berlibur ke Bali beserta keluarganya, tak lupa senyum sumringah yang selalu menghias wajah istrinya. Alhamdulillah, Akupun turut bersyukur buatnya.

Namun, ada sesuatu yang membuat hatiku tak nyaman. Sungguh kawan, bukan rasa iri, apalagi dengki. Mudah-mudahan sifat itu menjauh dari diriku. Aku hanya ingin kawanku yang tengah dirundung keberuntungan itu, sedikit mengingat utangnya padaku. Tak seberapa jumlahnya dibanding bonusnya, mungkin tak sampai satu persen nilainya. Tapi, itu amat sangat kubutuhkan saat ini, saat kutengah berjuang mengembangkan bisnis sendiri. Yang membuatku bersedih, belum nampak itikad baik darinya untuk segera melunasinya.

Telah beberapa kali kulihat, tali persahabatan, bahkan ikatan persaudaraan tercerai berai akibat harta. Dan itu tak ingin kualami. Tapi, menunggu hingga niatnya muncul untuk segera menuntaskan tunggakannya juga sangat menguji kesabaran. Apatah lagi, sewaktu berada ditengah-tengah keluarganya, utamanya istrinya yang lagi gencar-gencarnya mempublikasikan hasil pencapaian suaminya. Huh, sungguh menggemaskan...!!! Sindiranku pun ternyata tak manjur buat mereka.

Kawan, beri solusi dong, jalan apa yang sebaiknya kutempuh...

Labels: